Jambi

Pola Agroforestry di KPHL Sungai Bram Itam, Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi

By KMSTROPER, Badan Restorasi Gambut - 16 Mar 2021

3.3.1 Pemilihan lokasi dan jenis

Pembangunan demplot tersebut merupakan upaya melakukan revegetasi dan sekaligus revitalisasi. Demplot yang telah dibangun seluas 10,5 hektar, yaitu lokasi 1 seluas 7,5 hektar yang berada dikelompok Tani Saren Jaya, lokasi 2 seluas 2 hektar di Kelompok Tani Parit Ujung Sungai Bram Itam, dan lokasi 3 seluas 1 hektar di Kelompok Tani Parit Saudara I) (Darwo et al. 2017). Jenis tanaman yang dikembangkan adalah jenis-jenis pohon lokal yang adaptif di lahan gambut yaitu jelutung rawa (Dryera polyphyla, Shorea balangeran, medang putih (Litsea sp.), medang mangga (Litsea sp.), laban (Vitex sp.), manggis-manggisan (Illex cymosa), kelat (Eugenia sp.) dan jambu-jambu (Eugenia sp.). Untuk jenis tanaman non hutan yaitu pinang batara, kopi liberika (Coffea liberica), mangga (Mangifera sp.), rambutan dan durian (Durio sp.). Pola tanam dilakukan dengan pola agroforestry dengan mencampurkan tanaman kehutanan dengan non kehutanan (pinang dan atau kopi liberika).

3.3.2 Desain

Ada dua pola tanam yang diterapkan pada sistem paludikultur dan agroforestry yaitu pola tanam jalur dan pola tanam sabuk (blok). Pola jalur dengan cara menanam satu jalur tanaman hutan (jelutung rawa, balangeran, jambu-jambu, medang, kelat, laban dan lain-lain) dan diselingi dengan tanaman pinang/kopi liberika, sedangkan pola sabuk (blok) dimana di bagian tengahnya ditanam pinang/kopi/buah-buahan dan di luarnya ditanami tanaman hutan (jelutung rawa dan/atau balangeran). Jarak tanam yang dibuat adalah 3 m x 3 m.

3.3.3 Penanaman dan pemeliharaan tanaman

Penanaman dilakukan dengan pola tanam agroforestry dengan jenis-jenis tanaman pertanian yang cocok di lahan gambut. Pola tanam agroforestry (jelutung rawa/balangeran/jenis lain dengan tanaman pinang/kopi liberika). Penanaman telah memperhatikan tata kelola muka air tanah yang diperbolehkan (≤ 40 cm) dengan cara pengaturan sekat kanal yang ditujukan untuk membuang kelebihan air saat musim hujan, dan mengendalikan muka air tanah agar dapat mencapai kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman.

We use cookies to improve your experience. By continuing, you acknowledge that you have read and understood our cookie policy.

Continue